Sistem Pernapasan
Pernahkah kamu merasakan apa yang terjadi
saat bernapas? Cobalah rasakan dengan mendekatkan jarimu atau cermin di depan
hidungmu, atau rabalah dadamu saat melakukan pernapasan. Apa yang terjadi pada
tubuh kita pada saat bernapas? Dan tahukah kamu bahwa kita rata-rata bernapas
12-18 kali setiap menitnya? Itu artinya, dalam satu hari, kita akan bernapas
sebanyak 17.280 kali! Wah, ternyata banyak juga ya! Meskipun kelihatannya
banyak dan mudah, proses pernapasan yang ada di dalam tubuh kita prosesnya tidak
mudah lho. Ada banyak organ yang berperan dan membantu proses pernapasan. Apa
aja ya? Mari kita bahas bersama satu persatu!
Pengertian Sistem Pernapasan/Respirasi
Pernapasan atau respirasi adalah pertukaran
gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya. Secara umum,
pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta
mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen
merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di
lingkungan sekitar. Pernapasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :
1. Pernapasan Luar (Respirasi Eksternal)
Pernapasan luar merupakan proses pengikatan
oksigen dari atmosfer ke kapiler paru paru oleh hemoglobin dan pelepasan karbon
dioksida dari kapiler paru paru ke atmosfer pada hewan yang hidup di darat atau
pertukaran oksigen dan karbon dioksida dari medium air ke kapiler insang dan
sebaliknya pada hewan yang hidup di air.
Pengikatan O2 :
Hb + O2 à HbO2
Pelepasan CO2 :
HCO‑3 + H+ à H2CO3 à H2O + CO2
2. Pernapasan Dalam (Respirasi Internal)
Pernapasan Dalam adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon
dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
Dalam proses pernapasan, oksigen dibutuhkan untuk oksidasi (pembakaran)
zat makanan. Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu gula (glukosa). Glukosa
merupakan zat makanan yang mengandung energi. Proses oksidasi zat makanan,
yaitu glukosa, bertujuan untuk menghasilkan energi. Jadi, pernapasan atau
respirasi yang dilakukan organisme bertujuan untuk mengambil energi yang
terkandung di dalam makanan. Hasil utama pernapasan adalah energi. Energi yang
dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya untuk pertumbuhan,
mempertahankan suhu tubuh, pembelahan sel-sel tubuh, dan kontraksi otot.
Sistem Pernapasan pada Manusia
Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua
hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan.Sistem respirasi atau
sistem pernafasan mencakup semua proses pertukaran gas yang terjadi antara
atmosfir melalui rongga hidung à faring (tekak) à laring (pangkal
tenggorokan) à trakea (batang
tenggorokan) à bronkus (cabang
tenggorokan) à bronkiolus à paru-paru à alveolus à sel-sel melalui
dinding kapiler darah. Berikut adalah bagian-bagian pernpasan manusia :
1. Rongga Hidung
Bagian tubuh ini paling mudah dijelaskan ke anak-anak sekalipun, karena
terlihat oleh mata. Hidung sendiri terdiri dari bagian lubang, rongga dan ujung
rongga hidung. Di dalam hidung ini terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi
menyaring udara sebelum masuk ke tubuh. Itulah mengapa bernapas menggunakan
hidung jauh lebih sehat daripada menggunakan mulut. Sebab bulu-bulu halus akan
menyaring kotoran atau debu yang masuk. Kotoran atau debu akan tertinggal pada
bagian rongga hidung, seperti upil. Pada bagian inipula temperatur atau suhu
dan kelembaban udara diatura sebelum diproses dalam paru-paru. Seperti yang
kita ketahui, kelembaban udara tak selalu sesuai dengan kondisi tubuh. Sehingga
tubuh perlu menyeimbangkannya sebelum melewati tenggorokan atau saluran
pernapasan lainnya.
Rongga hidung merupakan jalan masuk oksigen untuk pernapasan, dan jalan
keluar karbon dioksida serta uap air sisa pernapasan. Di dalam rongga hidung
terjadi penyaringan udara dari debu-debu yang masuk bersama udara. Udara yang
masuk ke dalam rongga hidung juga mengalami proses penghangatan agar sesuai
dengan suhu tubuh kita. Demikian juga pula kelembapan udara diatur agar sesuai
dengan kelembapan tubuh kita.
2. Tenggorokan
Tenggorokan memiliki 2 bagian dengan fungsi berbeda, yakni sebagai jalan
pernapasan dan pencernaan. Untuk pernapasan sendiri, tenggorokan memiliki
panjang sekitar 12 – 14 cm pada bagian pangkal. Dalam biologi kita mengenalnya
sebagai laring, dengan bentuk mengerucut sekitar 3 – 4 cm. Laring sendiri
terdiri dari 9 macam tulang rawan dan serabut otot untuk dapat bekerja secara
maksimal.
• Faring (tekak)
Faring berbentuk seperti tabung corong yang terletak di belakang rongga
hidung dan mulut. Faring berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Selain
itu, faring juga berfungsi sebagai ruang getar untuk menghasilkan suara.
• Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terdapat di antara faring dan trakea. Dinding laring tersusun
dari sembilan buah tulang rawan. Salah satu tulang rawan tersusun dari dua
lempeng kartilago hialin yang menyatu dan membentuk segitiga. Bagian ini
disebut jakun. Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara. Epiglotis
merupakan kartilago elastis yang berbentuk seperti daun. Epiglotis dapat
membuka dan menutup. Pada saat menelan makanan, epiglotis menutup sehingga
makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Pita suara
merupakan selaput lendir yang membentuk dua pasang lipatan dan dapat bergetar
menghasilkan suara.
3. Trakea (batang tenggorokan)
Bentuk trakea menyerupai cincin yang terdiri dari tulang rawan. Letaknya
sendiri berada di kerongkongan yang berfungsi sebagai saluran makan. Pada
bagian dinding trakea terdapat silia dan lapisan lendir. Lapisan lendir sendiri
berfungsi menyaring kotoran yang tidak tertangkap oleh laring sebelum masuk ke
paru-paru. Biasanya tubuh akan merespon dengan cara batuk atau bersin untuk
mengeluarkan kotoran yang masuk melalui saluran pernapasan.
Trakea berbentuk seperti pipa yang terletak memanjang di bagian leher
dan rongga dada (toraks). Trakea tersusun dari cincin tulang rawan dan otot
polos. Dinding bagian dalam trakea berlapis sel-sel epitel berambut getar
(silia) dan selaput lendir. Trakea bercabang dua, yang satu menuju paru-paru
kiri dan yang lain menuju paru-paru kanan. Cabang trakea disebut bronkus.
4. Pulmo ( Paru-Paru )
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Rongga dada dan
rongga perut dipisahkan oleh sekat, yaitu diafragma. Paru-paru terbagi menjadi
dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri
dari tiga gelambir dan paru-paru kiri terdiri dari dua gelambir. Paru-paru
dibungkus oleh selaput paru-paru tipis yang disebut pleura.
Di dalam paru-paru, masing-masing bronkus bercabang-cabang membentuk
bronkiolus. Selanjutnya, bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus
yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus (jamak = alveoli).
Alveoli menyerupai busa atau sarang tawon. Jumlah alveoli kurang lebih 300 juta.
Dinding alveolus sangat tipis dan elastis. Pada alveolus inilah terjadi difusi
atau pertukaran gas pernapasan, yaitu oksigen dan karbon dioksida.
• Bronkus
Bronkus adalah cabang dari trakea dan memiliki bentuk serupa, yakni
cincin dan tersusun atas tulang rawan. Ada 2 bronkus yang terdapat pada sistem
pernapasan, yakni bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus kanan berhubungan
langsung dengan paru-paru sebelah kanan, begitu pula sebaliknya. Fungsi bronkus
sendiri adalah mengantarkan udara, baik oksigen dan karbondioksida dari dan
menuju paru-paru.
• Bronkiolus
Ternyata bronkus memiliki anak yang disebut bronkiolus, saluran tipis
dan kecil dengan dinding sangat halus. Berbeda dari trakea maupun bronkus,
bronkolus tidak memiliki silia ataupun tersusun dari tulang rawan. Jumlah
bronkiolus sendiri sesuai dengan jumlah gelambir yang ada pada paru-paru, yakni
3 gelambir di sebelah kanan dan 2 di sebelah kiri. Secara medis, bronkiolus
disebut sebagai cabang bronkus, karena letaknya yang tepat di ujung bronkus.
• Alveolus
Pada bagian ujung bronkiolus terdapat gelembung-gelembung yang dikenal
dengan nama alveolus. Di dalam tubuh manusia, khususnya paru-paru ada sekitar
300 juta alveolus yang berdinding teramat tipis. Alveolus berfungsi sebagai
tempat untuk keluar masuk udara, oksigen dan karbondioksida pada paru-paru.
Bagian tersebut dilapisi oleh jaring yang terbentuk dari selaput darah yang
lembab dan dekat dengan kapiler atau pembuluh darah.
• Pleura
Organ terpenting dalam sistem pernapasan ini memiliki fungsi vital bagi
kelangsungan hidup manusia. Anda bisa menemukannya dalam area rongga dada atau
diatas diafragma. Diafragma sendiri adalah sebuah sekat yang membatasi antara
area rongga dada dan rongga perut. Normalnya manusia memiliki 2 pasang
paru-paru, yakni paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru juga dilindungi oleh
sebuah selaput atau lapisan yang dikenal dengan nama pleura.
Pleura terdiri atas 2 lapisan yang salah satunya berisi cairan. Cairan
dari pleura inilah yang meminimalisir terjadinya gesekan ketika paru-paru
mengembang dan mengempis. Tubuh manusia, khususnya paru-paru hanya mampu
menampung sekitar 3,5 liter udara. Udara yang dihirup dalam bentuk oksigen akan
dialirkan ke seluruh tubuh untuk membantu proses metabolisme. Salah satunya
dialirkan melalui sistem peredaran darah, khususnya sel darah merah.
Keberadaan oksigen di dalam tubuh pastinya
sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Jika dalam kurun waktu
tertentu tubuh kekurangan asupan tersebut, maka dipastikan akan mengganggu perkembangan
sel. Sel otak misalnya, bagian ini paling besar membutuhkan oksigen, sebab akan
mengalami kerusakan permanen. Itulah sedikit penjelasan tentang system
pernapasan pada manusia. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.

0 Response to "Sistem Pernapasan "
Posting Komentar