Tata Cara Wudhu Yang Baik dan Benar

Wudhu Sebagai Syarat Sah Shalat (foto: google image)

Wudhu merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang untuk mensucikan diri dari hadats dan cara Membersihkan Najis kecil dengan menggunakan air yang dilakukan dalam agama islam sebelum melakukan shalat. Wudhu biasanya dilakukan pada saat hendak melaksanakan shalat karena merupakan salah satu rukun shalat. Selain menggunakan air, wudhu juga bisa digantikan dengan debu yang disebut dengan Tayamum.

A. Pengertian wudhu
Wudhu secara bahasa berarti husnu/keindahan dan nadhofah/kebersihan
Wudhu Menurut pengertian menurut istilah dalam syari’at, wudhu adalah menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadas kecil.

B. Dalil tentang keharusan berwudhu
Dalil disyariatkannya wudhu ada dalam Alquran,  dan As Sunnah. Dalam Al Quran, terdapat pada surat Al Maa’idah ayat 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Maidah: 6)
Sedangkan dalam As Sunnah adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kamu sampai ia berwudhu.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)

C. Syarat-syarat Wudhu
1.    Islam
2.    Sudah Baliqh
3.    Tidak berhadas besar
4.    Mengunakan air yang suci dan mensucikan (Air mutlak)
5.    Tidak ada sesuatu yang menghalangi sampainya air kekulit

D. Fardhu (Rukun)Wudhu
1.    Niat (ketika membasuh muka)
2.    Membasuh Muka (Mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu, dan dari telinga kanan sampai telinga kiri)
3.    Membasuh Kedua tangan sampai siku
4.    Mengusap sebagian kepala atau rambut kepala
5.    Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki
6.    Tertib / Muwalah (sesuai dengan urutan diatas, tidak boleh diacak)

E. Sunnah Wudhu
1.    Membaca bismilllah ketika hendak memulai wudhu
2.    Mendahulukan membasuh bagian anggota tubuh yang kanan daripada yang kiri
3.    Mencuci telapak tangan sampai pergelangan
4.    Berkumur-kumur
5.    Membasuh lubang hidung dengan cara memasukkan / menghirup air ke hidung kemudian dibuang lagi
6.    Mengusap seluruh rambut kepala dengan air
7.    Mengusap kedua telinga baik bagian luar maupun bagian dalam
8.    Menyilang nyilangi jari tangan dan kaki
9.    Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih
10. Membasuh setiap anggota sebanyak 3 kali
11. Tidak mengeringkan bekas basuhan
12. Membaca doa sesudah berwudu.
 َاشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ,الَّلهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj’alnii minat tawwaa biinaa waj’alnii minal mutathahhiriin.”,
artinya: “Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan masukkanlah ke dalam golongan orang-orang yang suci.”
Kemudian dilanjutkan dengan salat sunnat wudhu sebanyak 2 (dua) raka’at.
Bahwa Ia (Usman ra.) berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudu seperti wuduku ini, lalu beliau bersabda: Barang siapa yang berwudu seperti cara wuduku ini, lalu salat dua rakaat, di mana dalam dua rakaat itu ia tidak berbicara dengan hatinya sendiri, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Usman bin Affan ra).

F. Hal-Hal Yang Membatalkan Wudhu
1.    Keluar sesuatu dari kubul (Penis dan Vagina) dan dubur(Anus) atau salah satu dari keduanya baik berupa kotoran, air kencing , angin, air mani atau yang lainnya.
2.    Tidur, kecuali apabila tidurnya dengan duduk dan masih dalam keadaan semula (tidak berubah kedudukannya).
3.    Hilang akal, seperti gila, pingsan ataupun mabuk.
4.    Menyentuh kemaluan (kubul dan dubur) dengan telapak tangan secara langsung (tanpa adanya penghalang, seperti kain,dll) , baik milik sendiri maupun milik orang lain. Baik dewasa maupun anak-anak.
5.    Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan dengan syarat:
Ø  Laki-laki dan perempuan tersebut sudah aqil baliq atau dewasa
Ø  Diantara kulit keduanya tidak ada kain atau baju yang membatasi
Ø  Laki-laki dan perempuan tersebut bukan muhrimnya (muhrim = orang yang tidak boleh dinikahi), baik karena hubungan nasab/keturunan maupun ikatan perkawinan (mertua terhadap menantunya)
Ø  Dengan menggunakan kulit, jika dengan rambut, gigi dan kuku tidak membatalkan.
Ø  Orang yang disentuh maupun yang menyentuh kedua-duanya membatalkan wudhu

G. Tata Cara Wudhu
Berikut tata cara wudhu.

Pertama, Membaca Basmallah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ

Bismillahirrohaanirrohiim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kedua, Berdoa sebelum wudhu:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Asyhadu al laa ilaaha illa-Llahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluhu

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasulnya.

Ketiga, saat menyentuh air wudhu, berdoa:

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَاءَ طَهُورًا

Alhamdulillahi alladzi ja’ala al-maa`a thohuuron

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air yang suci dan mensucikan.

Doa ini dimaksudkan sebagai rasa syukur kita kepada Allah yang telah menjadikan air sebagai alat bersuci kita sekaligus sebagai sumber kehidupan.

Keempat, menggosok gigi atau bersiwak.

Tatacara menggosok gigi sesuai ajaran Rasulullah ialah dilakukan dengan tangan kanan, dimana posisi jari kelingking berada di pangkal siwak, jari telunjuk, jari tengah dan jari manis berada di atas, serta jari jempol di bawah. Kemudian menggerakkan siwak kebagian gigi sebelah kanan, diteruskan dengan sebelah kiri, dan diteruskan dengan mengusap tenggorokan.

Sesudah itu berdoa:

اللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ وَشُدَّ بِهِ لِثَاتِيْ وَثَبِّتْ بِهِ لِهَائِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma bayyidl bihi asnaani wa syudda bihi litsaati wa tsabbit lihaa`i wa baarikli fiihi yaa Arhamarraahimiin

Ya Allah, dengan menggosok gigi ini, putihkanlah gigiku, kuatkanlah gusiku, tetapkanlah lidahku, dan berkahi aku di dalamnya wahai Dzat Paling Pengasih diantara Terkasih”.

Kelima, membasuh telapak tangan sebanyak 3 kali. Sambil berdoa:

اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

Allahumma ihfadz yadi min ma’aashiika kullaha

Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat”. 

Keenam, berkumur sekaligus mencuci lubang hidung dengan sekali cakupan air. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali.

Saat berkumur, disunnahkan berdoa di dalam hati:

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shollallahu ‘alaihi wa sallam ka’san laa adzma’a ba’dahu Abadan

Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya”.

Dan saat membersihkan lubang hidung, saat menghirup air, dalam hati berdoa:

اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِك

Allahumma Arihni Raaihatal jannah. Allahumma laa tahrimni raaihata ni’amika wa jannatika

Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga.

Sedangkan ketika mengeluarkan air dari lubang hidung, berdoa:

اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ

Allahumma inni a’udzu bika min rawaaihin naar wa suu`i daar

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya aroma neraka, dan dari buruknya tempat kembali”.

Ketujuh, niat wudhu dibarengi dengan membasuh wajah. Mengingat bahwa niat harus berbarengan dengan melakukan tindakan ibadah yang pertama.

Niat wudhu tersebut adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءِ لِرَفْعَ الْحَدَثِ الأَصْغَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَي

Nawaitul wudlu`a li rof’il hadatsil ashghori fardlan lillahi ta’ala.

Aku niat berwudlu untuk menghilangkan hadats kecil, fardlu karena Allah Ta’ala”

Prosesi yang dilakukan pada saat niat ini ialah secara berbarengan mulut mengucapkan kalimat “nawaitu…” hingga akhir, hati berbisik “Aku niat berwudlu …” hingga akhir, dan tangan menyiramkan air ke wajah. Ketiga hal itu harus dilakukan secara berbarengan. Jika merasa kesulitan, jangan berkecil hati, tetaplah berusaha, Insya Allah, Allah akan membukakan pintu hidayah untuk kita.

Kedelapan, membasuh wajah secara keseluruhan dan dilebihkan sedikit. Sambil berdoa:

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

Allahumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujuuhun wa taswaddu wujuuh

Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam”

Doa ini ialah doa agar di akhirat kelak Allah menggolongkan kita sebagai orang baik, dimana saat berkumpul di padang mahsyar, orang baik dicirikan dengan berwajah putih, dan sebaliknya orang jelek dicirikan dengan berwajah hitam kusam.

Kesembilan, membasuh kedua tangan secara sempurna, yakni dengan menggosok sela-sela jemari, membasuhnya hingga siku dan dilebihkan sedikit hingga ke atasnya.

Saat membasuh tangan kanan, berdoa:

اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

Allahumma a’thini kitaabi biyamiini, wa haasibni hisaaban yasiiran.

Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan”

Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa:

اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

Allahumma laa tu’thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri

Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku”.

Tentang doa diatas, kelak di akhirat nanti, Allah akan memberikan pada semua manusia, catatan amal mereka masing-masing. Apabila manusia tersebut amalnya baik, maka ia akan menerima kitab amalnya dengan tangan kanan dan berhadapan muka, namun apabila amalnya jelek, maka ia akan menerima kitab amalnya dengan tangan kiri dan diberikan dari balik punggung.

Kesepuluh, mengusap sekujur kepala. Cara paling sempurna adalah mengusap kepala dari depan ke belakang dan dikembalikan lagi ke depan, demikian diulang sebanyak 3 kali. Sambil berdoa:

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك

Allahumma harrim sya’ri wa basyari ‘ala an-naari wa adzilni tahta ‘arsyika yauma laa dzilla illa dzilluka.

Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu”.

Kesebelas, mengusap telinga, area dalam dan area luarnya. Cara melakukannya yang sempurna ialah masukkan telunjuk pada lubang telinga, gunakan jempol untuk mengusap area dalam daun telinga, dilanjut mengusap area luar daun telinga.

Pada saat mengusap telinga, dalam hati berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Allahumma ij’alni minalladziina yastami’uunal qoula fayattabi’uuna ahsanahu.

Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut”.

Kedua belas, membasuh kaki secara sempurna, yakni dengan menggosok sela-sela kaki. Caranya ialah menggosok sela-sela kaki kanan dengan tangan kiri, dan menggosok sela-sela kaki kiri dengan tangan kanan. Disempurnakan juga dengan memanjangkan basuhan hingga diatas kaki.

Rasulullah sangat menganjurkan melebihkan basuhan muka dan memanjangkan basuhan kaki serta tangan. Beliau bersabda bahwa kelak di akhirat, orang-orang yang berwudlu dengan cara demikian, akan bersinar wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya.

Saat membasuh kaki kanan berdoa:

اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

Allahumma ij’alhu sa’yan masykuuran wa dzamban maghfuuran wa ‘amalan mutaqabbalan. Allahumma tsabbit qadami ‘ala shiraathi yauma tazila fiihi al-aqdaam.

Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir”

Dan saat membasuh kaki kiri berdoa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ

Allahumma inni a’uudzu bika an tanzila qadami ‘an ash-shiraathi yauma tanzilu fiihi aqdaamul munaafiqiin

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir”.

Terkait doa diatas, kelak di akhirat, semua manusia akan melewati jembatan shirathal mustaqim, yakni jembatan yang dibawahnya terdapat jurang menuju neraka, dan di ujung jembatan terdapat surga. Orang yang beriman niscaya akan mampu melewati jembatan tersebut dan menuju surga, sementara orang munafik, banyak yang tergelincir dan masuk ke jurang neraka.

Terakhir, tertib dan melakukan semua rukun secara berkesinambungan tanpa ada pemisah.

Setelah wudhu dianjurkan membaca doa:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

Asyhadu al laa ilaaha illaLlah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahumma ij’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathahhiriin. Subhaanaka Allahumma wa bihamdika asyhadu al laa ilaaha illa Anta astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shallaLlahu ‘ala sayyidina Muhammad wa `aali Muhammad.

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

0 Response to "Tata Cara Wudhu Yang Baik dan Benar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel