Pengertian Akhlak dan Ruang Lingkupnya



Kata akhlak sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari dan sebagai muslim kita mengetahui bahwa akhlak merupakan salah satu hal yang amat sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Seorang muslim senantiasa dianjurkan untuk memiliki akhlak yang baik dan menjauhi akhlak yang buruk. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia (makaarima ‘l-Akhlaaq).”

Firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al-Aḥzab ayat :21

 لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Aḥzab :21)

Dari ulasan diatas, ntuk mengetahui lebih jelas perihal akhlak dalam islam, mari kita simak pembahasan mengenai akhlak berikut ini.

Pengertian Akhlak

Akhlak adalah bentuk jamak dari kata khuluk yang berasal dari bahasa arab yang berarti perangai, tingkah laku atau tabiat, Budi pekerti, dan sifat seseorang. Jadi akhlak seseorang diartikan sebagai budi pekerti yang dimiliki oleh seseorang terkait dengan sifat-sifat yang ada pada dirinya.

Sedangkan akhlak menurut istilah khususnya dalam islam diartikan sebagai sifat atau perangai seseorang yang telah melekat dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut. Seseorang yang mmeiliki sifat baik biasanya akan memiliki perangai atau akhlak yang baik juga dan sebaliknya seseorang yang memiliki perangai yang tidak baik cenderung memiliki akhlak yang tercela. Kata akhlak disebutkan dalam firman Allah pada ayat berikut ini

إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ

Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.(QS Shad : 46)

Macam-Macam Akhlak Dalam Islam

Ada 2 macam jenis pembagian akhlak yaitu akhlak mahmudah (akhlak terpuji) dan akhlak madzmumah (akhlak tercela).

1.    Akhlak Mahmudah

Akhlak Mahmudah adalah Akhlak terpuji atau akhlak yang baik. Contoh akhlak terpuji, diantaranya:

Jujur, adalah tingkah laku yang mendorong keinginan atau niat baik dengan tujuan tidak mendatangkan kerugian bagi dirinya atau orang lain.

Berperilaku baik, adalah reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya dengan cara terpuji.

Malu, adalah perangai seseorang untuk meninggalkan perbuatan buruk dan tercela sehingga mampu menghalangi seseorang untuk berbuat dosa dan maksiat serta dapat mencegah orang untuk melalaikan orang lain.

Rendah hati, adalah sifat seseorang yang dapat menempatkan dirinya sederajat dengan orang lain dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.

Murah hati, adalah sikap suka memberi kepada sesama tanpa pamrih atau imbalan.

Sabar, adalah menahan segala sesuatu yang menimpa diri (hawa nafsu).

2.    Akhlak Madzmumah

Akhlak Madzmumah adalah akhlak yang tercela atau akhlak yang buruk. Contoh akhlak madzmumah antara lain:

Riya’, yaitu beramal atau melakukan sesuatu perbuatan baik dengan niat untuk dilihat orang atau mendapatkan pujian orang. Dengan kata lain, Riya’ yaitu pamer.

Sum’ah, yaitu melakukan perbuatan atau berkata sesuatu agar didengar oleh orang lain dengan maksud agar namanya dikenal.

Ujub, yaitu mengagumi diri sendiri.

Takabur, yaitu membanggakan diri sendiri karaena merasa dirinya paling hebat dibandingkan dengan orang lain.

Tamak, yaitu serakah atau rakus terhadap apa yang ingin dimiliki.

Malas, yaitu enggan melakukan sesuatu.

Fitnah, yaitu mengatakan sesuatu yang bukan sebenarnya.

Bakhil,  yaitu tidak suka membagi atau memberikan sesuatu yang dimiliki dengan orang lain (pelit).

Keutamaan Akhlak Dalam Islam

Telah disebutkan sebelumnya pengertian tentang akhlak dan sebagai umat muslim kita tahu bahwa akhlak memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama islam. Beberapa keutamaan mmeiliki akhlak yang terpuji antara lain

1.    Berat timbangannya di akhirat
Seseorang yang memiliki akhlak terpuji disebutkan dalam hadits bahwa ia akan memiliki timbangan yang berat kelak dihari akhir atau kiamat dimana semua amal manusia akan ditimbang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut

Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [HR Tirmidzi

2.    Dicintai Rasul SAW
Rasul SAW diutus tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia didunia. Dan tentu saja Rasul SAW sendiri mencintai manusia yang mmeiliki akhlak yang baik. Dari Jabir RA; Rasulullah SAW  bersabda:

Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong. [Sunan Tirmidzi: Sahih]


3.    Memiliki kedudukan yang tinggi
Dalam suatu hadits disebutkan bahwa seseorang yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang mulia memiliki kedudukan yang tinggi diakhirat kelak. Rasul SAW bersabda

“Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

4.    Dijamin rumah disurga
Memiliki akhlak yang mulia sangat penting bagi seorang muslim dan keutamaan memiliki akhlak mulia sangatlah besar. Dalamsebuah hadits disebutkan bahwa Rasul menjamin seseorang sebuah rumah disurga apabila ia memiliki akhlak yang mulia. Dari Abu Umamah ra; Rasulullah SAW  bersabda:

Saya menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya. [HR Abu Daud ]

Ruang Lingkup Akhlak

Ruang lingkup akhlak sangat luas. Menurut Muhammad Abdullah Daras ada 5  bagian ruang lingkup diantaranya:

1.    Akhlak Pribadi (Al-Ahklak Al-Fardiyah)
Akhlak pribadi terdiri dari:

Ahklak yang diperintahkan
Akhlak yang dilarang
Akhlak yang dibolehkan
Akhlak dalam keadaan darurat

2.    Akhlak Berkeluarga (Al-Akhlak Al-Usrawiyah)
Akhlak berkeluarga terdiri dari:

Kewajiban timbal balik orang tua dan anak
Kewajiban suami istri
Kewajiban terhadap karib kerabat

3.    Akhlak Bermasyarakat (Al-Akhlaq Al Ijtima’iyah)
Akhlak Bermasyarakat terdiri dari:

Akhlak yang dilarang
Aklhak ytang diperintahkan
Kaedah-kaedah adab

4.    Akhlak Bernegara (Akhlak ad-Daulah)
Akhlak Bernegara terdiri dari:

Hubungan antara pemimpin dan rakyat
Hubungan luar negeri

5.    Akhlak Beragama
Akhlak beragama yaitu kewaiban terhadap Allah Swt.

Menurut Yuniar Ilyas, ruang lingkup akhlak dibagi menjadi 6 bagian diantaranya:

1.    Akhlak terhadap Allah Swt.
2.    Akhlak terhadap Rasulullah
3.    Akhlak terhadap diri sendiri
4.    Akhlak dalam keluarga
5.    Akhlak dalam bermasyarakat
6.    Akhlak dalam bernegara

Demikian pembahasan tentang ”Pengertian Akhlak, Macam-Macam Akhlak dan Contoh Serta Ruang Lingkup Akhlak Dalam Islam“, semoga bermanfaat bagi anda semua, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini.

0 Response to "Pengertian Akhlak dan Ruang Lingkupnya "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel